Beranda » Budaya » Belitung Timur » Nindo, Nepes, dan Nenggemak di Open Pit Nam Salu
Open Pit Nam Salu

Dialog lebih dalam seputar Open Pit Nam Salu bersama pengurus Bapopnas. Foto: Istimewa/ East East.

Penulis: Nino/Ical | Editor: Kampito

BELITUNG TIMUR, JABEJABEHOLIDAY.ID – Menelusuri Utara Pulau Belitong, tepatnya di Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur terdapat objek wisata yang termasuk dalam daftar UNESCO Global Geopark, Open Pit Nam Salu.

Destinasi ini merupakan kawasan eks tambang timah berbentuk kawah raksasa seperti spiral yang turun melingkar.

Dahulu, Open Pit Nam Salu merupakan tambang timah terbesar di Asia Tenggara dan merupakan teknik pertambangan terbuka pertama di Indonesia. Destinasi ini berkonsep wisata sejarah dan edukasi.

Kawasan eks tambang yang kini menjadi tempat wisata ini menyimpan keunikan. Dari puncak kawasan Open Pit menikmati panorama perbukitan dan melihat keindahan kawah besar yang memiliki air berwarna aquamarine (Hijau kebiruan) dengan kedalaman mencapai 50 meter.

Tim dari Bapopnas, Tino Christian (Paling kanan) saat menjelaskan seputar bebatuan. Foto: Istimewa/ East East.

Di sini juga terdapat adit (Istilah goa dalam pertambangan) yang terletak di bawah tanah bekas penambangan timah sepanjang 676 meter. Di sekitar kawasan Open Pit Nam Salu terdapat tanaman seperti pohon seru, kantong semar, keremunting dan beberapa hewan endemik seperti tarsius, jelalang, tupai, dan trenggiling.

Pada sisi lain, sebelah Utara Gunung Kik Karak terdapat cerobong asap dengan tinggi 40 meter yang merupakan bagian dari smelter (Peleburan timah) milik perusahaan swasta Belanda. Cerobong beton ini disebut Stoven.

Aksesibilitas Menuju Open Pit Nam Salu

Destinasi Kawasan Geosite Open Pit Nam Salu terletak di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur. Objek wisata ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Berada di Gunung Kik Karak, akses ke destinasi sangat mudah melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jarak tempuh dari arah Kota Manggar menuju Geosite Open Pit Nam Salu sejauh 35 kilometer.

Sedangkan jika dari Bandara H.AS Hanandjoeddin berjarak 42 kilometer dan diperkirakan memakan waktu perjalanan sekitar 50 menit. Untuk mempermudah perjalanan, anda bisa mengunakan GPS (Global Positioning System) atau petunjuk google maps.

Open Pit Nam Salu

Kawasan Kontainer Park. Foto: Istimewa/ East East.

Amenitas

Fasilitas pendukung yang tersedia di kawasan wisata ini di antaranya terdapat Kontainer Park, berbagai fasilitas seperti kantor sekretariat, pusat informasi geologi, papan informasi seputar destinasi wisata. Selanjutnya tersedia tiga unit bangunan toilet, kantin, TIC (Tourist Information Center), panggung budaya, balai adat, rumah keramik dan kios cinderamata.

Fasilitas lengkap demi kenyamanan pengunjung. Foto: istimewa/ East East.

Di kawasan geosite ini terdapat beberapa kode QR, anda bisa men-scan barcode tersebut untuk mendapatkan informasi keunikan geologi. Para pengujung wajib mengunakan peralatan safety seperti helm dan rompi.

Atraksi | Something to Do?

Ada beberapa paket wisata di Geosite Open Pit Nam Salu, yaitu Nindo Nam Salu, Nepes, dan Nenggemak.

Nindo Nam Salu merupakan aktivitas mengeksplor kawasan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter hingga ke underground mining (Tambang bawah tanah). Setelah itu guide akan mengajak pengunjung mencicipi madu trigona dan menikmati keindahan biodiversity yang ada di sekitar area tersebut.

Open Pit Nam Salu

Akses menuju Goa/ Adit Fuk Salu. Foto: Istimewa/ East East.

Ada pula Nepes. Nepes adalah kegiatan mengeksplor sejarah Stoven, melihat dan ikut serta dalam proses pengayakan pasir timah atau orang Belitong menyebutnya dengan istilah “Ngelimbang”.

Selain itu kegiatan Nenggemak. Adapun atraksi Menggemak adalah kegiatan di area Pusat Informasi Geologi Pulau Belitong. Guide akan mengajak anda mengeksplor informasi yang terdapat di beberapa ruangan berisi penjelasan sejarah terbentuknya Pulau Belitong.

Tak hanya itu, pemandu juga akan mengajak anda menikmati film dokumenter atau video tentang keunikan wisata yang ada di Pulau Belitong, khususnya di Desa Senyubuk.*

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.